Kamis, 30 September 2010

Lost in Thailand


Ini adalah kunjungan saya yang pertama ke Thailand. Berbagai macam rencana sudah menjejali pikiran saya selama kunjungan singkat di thailand ini. Setelah mencari referensi di internet akhirnya saya membuat perjalanan yang singkat murah namun sudah mewakili kunjungan wisata di thailand khususnya Bangkok.
Saya berencana jalan jalan di bangkok selama 2 hari. Hari pertama saya gunakan untuk mengexplor pusat souvenir dan oleh oleh di bangkok yaitu Pasar Watuchak weekend market. Bangkok adalah surganya belanja karena barang barang disini harganya murah or hampir sama dengan harga di indonesia. Oleh karena itu blusukan di Watuchak weekend market hukumnya wajib bila anda datang ke bangkok. Ini adalah pasar yang sangat besar dan segala sesuatu yang berbau Thiland ada disini. Karena namanya weekend market maka pasar ini hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu saja. Dibutuhkan ketrampilan menawar untuk beli di pasar ini so pasti anda akan mendapatkan harga yang lebih murah dr pada tempat lain.
Hari kedua rencananya saya akan habiskan untuk mengunjungi tempat wisata wajib bangkok yaitu Grand palace, Wat Pho dan Wat arun. Karena tempat tersebut berdekatan jadi dapat dilakukan dalam waktu satu hari. Biar lebih menantang menjelajah kota bangkok menuju komplek Grand Palace lewat Sungai Chao Phraya dengan naik perahu akan membuat lebih berkesan daripada naik taksi atau tuk tuk.
Tentunya hal pertama sebelum anda berkunjung ke thailand adalah mencari tempat penginapan atau hotel. Tarif hotel di bangkok sangat bervariasi dari yang kelas backpaker seharga 60ribuan sampai hotel bintang 5 yang jutaan per malam. Untuk hotel kelas backpakers yg murah meriah biasanya berada di daerah Khao san road pusatnya turis backpakers dari seluruh dunia. Berhubung budget saya disokong dari perusahaan jadi saya cari hotel yang sedang tp nyaman dan lokasi strategis dekat dengan pusat perbelanjaan di bangkok. Dan satu lagi harus dekat dengan stasiun BTS skytrain agar akses jalan jalan di kota Bangkok lebih mudah.
Setelah gogling di internet akhirnya saya menemukan hotel yang sesuai dengan kriteria saya yaitu Muangphol mansion. untuk booking kamar dapat kita lakukan via internet di www.muangpholmansion.com. Pertimbangan saya memilih hotel ini pertama harganya sesuai budget saya yaitu sekitar 800 bath atau 270 rbuan dengan fasilitas yang memadai (TV, AC, bathub air panas dll). Kedua dikelilingi pusat perbelanjaan yaitu depan MBK dan sebelah Siam Discovery dan Siam paragon. Ketiga dekat dengan stasiun BTS yaitu sta. national stadium atau sta. interchange Siam. Keempat nyari makanan gampang karena disepanjang jalan terdapat resto dan mau belanja murah pun ada karena dekat dengan pasar malam dadakan di sekitar sta. Siam.
Setelah urusan akomodasi kelar akhirnya berpetualang di Bangkok pun bisa segera dimulai. Cerita detail mengenai petualangan saya di bangkok ada di posting berikutnya. Ciao..

Karachi On The Spot


Saat menjelang bulan ramadhan kemaren saya mendapat tugas lagi dari perusahaan untuk perjalanan dinas ke Karachi pakistan. Ini adalah tugas ke pakistan yg kedua buat saya karena sebelumnya pernah ditugaskan ditempat yang sama. Kalau sebelumnya saya memakai penerbangan Emirates dan Malaysia airline kali ini saya menggunakan Thai Air dengan harapan bisa stay di Bangkok saat pulang nanti.
Setelah menempuh penerbangan selama hampir 8 jam akhirnya saya tiba di Bandara Internasional Jinnah Airport Karachi.
Selama di karachi saya tinggal di Regine Inn hotel terdekat dgn tempat kerja saya yaitu di kawasan West wharf Fish Harbour Port. Tidak ada yang menarik dari kota ini sepanjang jalan didominasi lahan tandus dan lingkungan yang kotor. Secara ekonomi mungkin lebih baik Indonesia daripada pakistan.
Yang berbeda dari kunjungan saya sebelumnya saya akan melewati bulan puasa di
pakistan. Saya pikir sebagai negara Islam bulan puasa akan lebih meriah dari pada Indonesia. Tapi ternyata pikiran saya salah saya tidak menemukan sesuatu yg menarik disana semmuanya biasa saja. Malah dr beberapa orang pakistan yang saya jumpai puasa hanya sebatas kewajiban bahkan ada yang enggan berpuasa karena sibuk dengan urusan pekerjaan.
Pada saat di pakistan waktu itu sedang dilanda musibah Banjir terbesar sepanjang sejarah pakistan. Hampir 60% wilayah Pakistan terendam banjir. Untunglah kota yag saya tempati terhindar dr banjir karena tidak dilewati oleh sungai besar.
Saat sedang musibah banjir di karachi sempat terjadi kerusuhan antar etnis karena persaingan partai politik. Yang bikin ngeri di pakistan senjata api bisa bebas dibawa kemana saja sehingga ketika terjadi bentrok seperti ini biasanya banyak korban berjatuhan akibat luka tembak.
Selama di karachi saya berusaha mencari tempat yang menarik dikunjungi untuk mengusir rasa bosan selama disana. Setelah tanya teman saya Sammy akhirnya saya diantar ke Makam penemu Pakistan Muhammad ali Jinnah.

Makam tersebut berbentuk kubah yang sangat besar dikelilingi taman yang luas beserta musium perjalanan hidup Ali jinnah semasa hidup dibawah makam. Di dalam kubah makam tersebut dikawal 24 jam oleh prajurit AL pakistan. Sungguh besar sekali penghargaan pemerintah pakistan kepada pendiri negara itu. Hmm beda banget dengan makam bung Karno sebagai proklamator Indonesia.
Tempat menarik lainnya adalah Clifton Park Center. Di Karachi terdapat banyak sekali taman-taman kota yang didesain untuk tempat liburan keluarga.
Didalam taman dilengkapi tanaman dan rumput hijau yang sangat luas. Sangat kontras sekali dengan kondisi jalanan di kota Karachi yang sangat gersang. Salah satu taman terbesar adalah Clifton park. Sayangnya saat saya datang berkunjung pada waktu siang hari cuacanya sangat panas sekali. Waktu yg tepat untuk datang ke taman adalah pagi hari atau sore menjelang senja.
Tempat menarik lainnya adalah kawasan pantai Clifton beach. Kawasan pantai clifton berada di sepanjang wilayah kota Karachi. Di pantai tersebut terdapat berbagai macam hiburan antara lain naik unta dan kuda, motor 4 roda dan berbagai kafe dan resto di sepanjang bibir pantai. Ketika musim libur atau weekend pantai clifton menjadi tujuan utama warga Karachi untuk berlibur. Karena bulan puasa pada saat itu pantai kelihatan sepi dari wisatawan. Setelah ambil gambar di sekitar pantai saya sempatkan untuk naik unta di sekitar pantai. Dengan membayar 100 rupee atau sekitar Rp 10.000 anda bisa berkendara keliling pantai dengan naik unta. Asyik bukan.
Tempat makan favorit saya selama di Karachi adalah Kahari Inn open resto. Model restoran ini berada di tempat terbuka dan hanya buka malam hari saja. Menu favorit saya barbeque motton dan chiken. Yang menarik adalah konsep tempat duduknya semi lesehan di dipan besar dengan alas karpet dan dilengkapi bantal besar untuk bersandar. Sangat cocok sekali buat kongkow rame-rame sama teman sambil menikmati kambing bakar atau menghisap sisha. Hmmm..sedapnya!

Setelah sebulan berada di Karachi akhirnya tiba waktunya saya pulang. Dengan penerbangan Thai Air saya akan lanjutkan perjalanan saya ke Bangkok. Ceritanya ada di posting selanjutnya ya. Bubye Karachi.

Senin, 26 Juli 2010

Lost in MALAYSIA


Ini adalah lanjutan perjalanan gue sepulang dari Pakistan. Belajar dari pengalaman transit di Kuala Lumpur sebelumnya maka untuk transit kali ini gue minta stop over 1 hari di Kuala Lumpur. Waktu satu hari itu mau gue maksimalkan buat jalan-jalan di Kuala Lumpur terutama mejeng di Twin Tower Petronas yang kesohor itu.

Setelah berangkat dari Hyderabad dan menempuh penerbangan sekitar 4 jam akhirnya pukul 7 pagi gue tiba di Kuala Lumpur Int Airport. Karena gue udah familiar sama airport ini gue dengan pede langsung menuju ke pemeriksaan imigrasi. Setelah antre sebentar gue langsung dapat visa entry selama 30 hari di Malaysia. Oh ya untuk sesama negara Asean maka tidak perlu visa untuk masuk ke tiap2 negara di Asia Tenggara cukup paspor yang masih berlaku kita udah bisa keluar masuk ke negara tersebut.
Ada banyak pilihan moda transportasi dari KLIA menuju ke KL kl mau agak murah bisa naik kereta KLIA Expres dengan harga tiket RM 35 atau naik taksi. Karena ini pertama kali gue ke KL akhirnya gw pilih naik taksi biar cepat sampai hotel tujuan. Dengan biaya sekitar RM 70 dan perjalanan sekitar 1 jam akhirnya gue sampai juga di pusat kota KL. Gue menginap di Hotel Agora yang terletak di kawasan strategis Bukit Bintang. Kawasan Bukit Bintang merupakan kawasan tujuan utama turis-turis di KL.
Mungkin seperti Orchad road di Singapore.Gue pilih hotel ini karena letaknya strategis dekat perempatan utama jalan Bukit bintang dan dekat stasiun monorel bukit bintang. Setelah chek in akhirnya gue dapat kamar paling depan dengan view jalan utama. Hotelnya kecil tapi cukup bersih dan nyaman. Setelah mandi dan istirahat sejenak gue langsung cabut dan meluncur ke Twin Tower. Gue putuskan untuk jalan kaki dari bukit bintang sambil menikmati suasana kota Kuala Lumpur. Setelah jalan kaki menyusuri jalan P. Ramlee selama 30 menit akhirnya sampai juga di gedung Twin Tower Petronas.
Kesan yang gue tangkap adalah kemegahan menara kembar ini. Akhirnya gue kelilingi menara sambil cari posisi terbaik untuk ambil gambar dr kamera. Setelah jeprat jepret sana sini akhirnya gue masuk kedalam gedung Twin Tower. Didalamnya terdapat perkantoran dan mall KLCC Suria. Label petronas bertebaran dimana-mana dan banyak turis asing yang bersliweran disana sini. Setelah muter2 sekeliling mall gw mampir di food courtnya bwt isi perut. Kebetulan disitu tersedia nasi padang cukuplah untuk menghilangkan kangen masakan indonesia setelah sekian lama dicekoki kari kambing pakistan. Setelah itu gue sempetin belanja oleh oleh disana cukup mahal memang. Dibelakang komplek twin tower terdapat taman kota yang berisi air mancur dan taman-taman yang penuh pepohonan. Gue sempetin ubtuk mengambil beberapa foto dari berbagai sudut taman kota di kompleks tersebut. Setelah puas dan hari menjelang sore akhirnya gw putuskan untuk pulang ke hotel. Cukup berjalan kaki selama setengah jam akhirnya sampai juga di kawasan bukit bintang lagi.

Kini saatnya berkeliling menikmati malan di bukit bintang. Di sepanjang jalan banyak bertebaran kafe-kafe dan restoran dan tentunya kawasan red light.
Mulai dari diskotik sampai panti pijat tersedia di sini pokoknya para turis bakal dimanjakan berbagai hiburan malam yg lengkap. Para seniman jalanan juga beraksi mulai dari manusia patung sampai lukisan instan bisa didapat disini. Kalau mau beli souvenir juga tersedia di lapak-lapak kaki lima dengan harga yang cukup terjangkau.

Keesokan paginya gue siap2 berkemas untuk pulang ke indo. Kali ini gue mau coba pakai monorel dan kereta express untuk ke airport. Setelah beli tiket gue naik monorel dari stasiun bukit bintang dan turun di stasiun Sentral. Stasiun sentral merupakan pertemuan semua moda kereta yang terdapat di Kuala Lumpur. Begitu sampai stasiun gue langsung menuju ke bagian Kereta KLIA express yang langsung ke airport. Jangan salah di K.Lumpur terdapat 2 internasional airport KLIA dan KLCC. KLIA untuk maskapai penerbangan reguler sedang KLCC untuk maskapai penerbangan low cost carrier. Distasiun sentral jika kita menggunakan maskapai Malaysia Airlines kita bs langsung chek in dan boarding pass di loket. Termasuk bagasi bisa langsung diurus di stasiun tersebut jadi di airport nanti kita tidak perlu check in lagi. Mudah dan praktis. Setelah urusan bagasi selesai gw dapet tiket dan tinggal menunggu kereta express datang. Model keretanya cukup mewah sperti bullet train di jepang dengan lama perjalanan sekitar setengah jam kita bisa langsung sampai di lantai bawah aiport KLIA. Setelah itu kita tinggal naik ke lantai lima untuk proses imigrasi dan tinggal menunggu di terminal keberangkatan. Sebelum berangkat gue sempetin mencoba makanan khas malaysia yaitu Nasi Lemak. Kalo di indo seperti nasi uduk gitu deh. Tak lama pesawat gue MH 721 telah siap dan langsung terbang menuju tanah air. Legaa rasanya ketika kembali di Jakarta. Tapi sayang begitu masuk airport Cengkareng suasana megah seperti di KLIA langsung lenyap. Kesan yang gue tangkep di terminal kedatangan bandara seperti basement bawah tanah dengan suasana suram. Hmm..cuma segini memang tapi apapun itu banggalah dengan negerimu hihi...dengan segala keruwetan dan kesemrawutan terimalah semua dengan lapang dada. Jayalah Indonesia!

Minggu, 25 Juli 2010

Lost in PAKISTAN


Duerr..kaget banget gw waktu Boss gw sms gw dapet tugas ke Pakistan. Ada packer seafood baru disana yg butuh konsultan untuk persiapan proses produk brand perusahaan gw. Wadoh denger nama pakistan aja gw shock udah kebayang senjata AK 47 bersliweran dan bom bunuh diri meraja lela. Oala apalagi perusahaan gw dr amerika nt kl disabotase gimana wihh..
Berhubung ini tugas resmi dari office pusat di Miami akhirnya dengan ketar ketir gw berangkat juga ke sono. Tujuan gw sekarang adalah Long Wharf Seafood Pte. Ltd yang berlokasi di Karachi pakistan. Yang bikin perjalanan kali ini agak ribet sebelumnya gw udah terlanjur pegang tiket pp. Malaysia airlines tujuan JKT- KUL - HYDERABAD. Biar tiket itu gak hangus maka untuk urusan ke Karaci akhirnya gw pesen tiket sambung dengan maskapai Emirates tujuan Hyderabad- Dubai - Karachi. Jadi untuk perjalanan ke Karachi gw mesti lewat Jkt - Kuala lumpur - Hydrebad india - Dubai UEA - karachi pakistan. Dan ingat saat ini hubungan india dan pakistan sedang panas sehubungan aksi terorisme di mumbai dulu so..waspadalah.

Akhirnya dengan bacaan basmallah gw berangkat juga dari Cengkareng gw berangkat dengan maskapai Malaysia Airline tujuan Hyderabad transit di Kuala lumpur. Karena gw dah pernah pengalaman ke india sebelumnya lewat KL maka travelling kali ini gw lalui dgn santai. Sesampainya di KL gw punya masa transit selama 2 jam. Krn cm transit 2 jam gw cm abisin waktu bwt internetan kebetulan di KLIA ada fasilitas free wifi selama 2 jam. Pesawat MAlaysia Air dr jkt - kul menggunakan jenis Boeing 737-400 gak ada bedanya sama maskapai domestik di indo. Ketika hendak on board untuk tujuan Hyderabad gw pikir pake pesawat berbadan lebar Boeing 777 sama kaya waktu ke Chennai dulu eh ternyata ketika gw masuk cm pesawat sedang Boeing 737-400 Next Generation. Yah ini mah sama kaya pesawatnya Garuda jur -Sby.Udah gitu dapet seat plg belakang pojok..huff cape deehh.Ketika pembagian meal tiba gw mencium aroma masakan kare india..buseet dah ketemu makanan beracun lagi dee..eh tyt bener menu nasi biryani dan kare ayam bikin selera makan gw lgs hilang. Apadaya perut dah keroncongan akhirnya gw cmn minum jus doank. Cacing-cacing dah berontak kelaparan.

Setelah terbang selama 4 jam akhirnya sampai juga di bandara int. Rajeev gandhi Hyderabad. Bandara Hyderbad jauh banget bedanya dengan bandara chennai dulu. Arsitektur bandaranya modern dan megah dan konon merupakan bandara termodern di india. Gw transit selama 4 jam dan untungnya ketakutan gw kl dipersulit karena mau ke pakistan tidak terjadi. Setiap ditanya petugas mau kemana gw selalu jawab ke Dubai dan untungnya waktu pengecekan paspor visa pakistan gw gak terlalu di perhatiin. Setelah tuker duit dolar ke rupees akhirnya gw cm dpt KFC bwt ganjel perut lumayan setelah berjam-jam kelaparan di pesawat. Pukul 4 pagi akhirnya pesawat Emirates tujuan HYD - DXB sudah ready. Kali ini gw pake pesawat berbadan lebar Airbus A330-300. Emirates gitu loh.. Sebelum berangkat pramugarinya membagi handuk kecil hangat ke setiap penumpang sempet bingung jg bwt apaan eh tyt cm bwt lap tgn doang sama muka. Setelah itu semua kabin di semprot dengan sanitizer ketika gw tanya emang itu standar prosedur sanitasi untuk Emirates yg singgah di bandara dr negara2 dunia ketiga. Gila..mereka pikir org dr negara dunia ketiga kaya indo pembawa kuman or virus kali yee..nasib dah. Pesawat Emirates ini sangat lengkap setiap seatnya dilengkapi dgn monitor dan headset yang berisi info dan hiburan selama penerbangan.

Setelah terbang selama 3 jam akhirnya gw sampai di bandara int. Dubai. Wooww gila bandaranya teope begete dah. Full facility dan lengkap. Hampir semua ras manusia yg ada di dunia dapat ditemui di airport ini. Termasuk penggila shoping sdh disediakan Dubai Free duty center yg super duper lengkap tp jgn tanya harganya broo...muahal.
Gw rencana shoping ketika pas plg nanti yg beli souvenir yg kecil-kecil gitulah bwt oleh-oleh. Setelah menunggu selama 3 jam akhirnya flight gw ke karachi take off jg. Dengan pesawat yg sama Airbus A330-200 gw terbang ke karachi selama 1.5 jam. Sesampainya di karachi gw dijemput sama staff lokal bernama Mr. Zubair. Mereka sangat ramah dan antusias sekali ketika bertemu saudara muslim dr indonesia.
Kesan pertama tiba di karachi sangat panas sekali suhu pd siang hari mencapai 40 derajat celcius. Model mobil mereka jadul-jadul jauh banget dgn model mobil di indonesia. Untuk produksi diatas th 2000 model kaya suzuki carry lampu bulat dan suzuki amenity masih meraja lela. Padaha di indo intu model th 90an hehe. Jangan tanya model motornya bentuknya sama semua seperti honda cb atau suzuki A100 th 80an. Hmm..

Minggu pertama disana gw bener bener explore wisata kulinernya. Secara umum menunya masih lebih baik dr india. Mereka punya Motton barbeque kaya sate kambing gitu dan dan ayam panggang yg OK dengan lidah indonesia begitu pula kari kambingya taste dan smellnya gk sekuat kari india. so kalo soal makanan masih bisa diajak kompromilah. KFC dan McDonald jg gampang ditemui disana maklumlah karena karachi merupakan kota bisnis terbesar di pakistan so memang banyak org asing yg tinggal disana. Kota karachi didominasi suku urdu dan bahasa sehari-hari mereka adalah bahasa urdu. Jgn kaget kl tyt bhs urdu sama persis dengan bhs hindi jadi acha-acha dan nehi-nehi sgt jamak terdengar dimana-mana. Cm kl urusan bhs inggris gk sebaik di india di pakistan hanya org yg berpendidikan sarjana saja yg bs bhs inggris.
Salah satu resto yg terkenal disana bernama Karachi broast menu yang terkenal adalah chikken tikka dan motton. Rata2 orang pakistani emang pada doyan makan sayangnya nasi bukan makanan utama mereka. makanan utama mereka adalah roti cannai atau bhs lokalnya Nun.

Terbuat dr tepung gandum dan dibuat lingkaran kemudian dipanggang. Dimakan hangat2 dengan kari kambing nihari memang nikmat tp tdk cukup kenyang bwt perut org indo yg doyan nasi.Karena mgkn byk org indonesia jg disana mie instan indomie juga bs dijumpai di supermarket mereka.\ Gw tinggal disana selama sebulan penuh. Dengan kondisi cuaca yg panas gw bener2 gk bisa pergi kmn2 tanpa dianter. alhasil selama sebulan aktivitas gw cm dr hotel ke pabrik pp. Sedih memang bener2 tersiksa. Tapi yang bikin gw takjub untuk orang asli pakistan rata2 berpostur tinggi dan berkulit putih dan hidungnya gila mancung banget. Ceweknya rata2 modis dgn pakaian tradisional mereka terlihat anggun bener2 mirip bintang film india deh. Sedangkan untuk kalangan menengah kebawah seperti yg di tivi utk laki2 memakai gamis sedang perempuannya memakai burqa ituloh jilbab full face alias ninja yg berwarna hitam. Bayangkan dengan cuaca sekitar 40 derajat celcius perempuan sana memakai burqa kesana kemari jalan disiang bolong. woow gk kebayang rasanya spt dioven. Tingkat keamanan di pakistan memang rawan dengan serangan teroris oleh karena itu setiap satpam di karachi selalu dilengkapi dengan senjata AK-47 atau Shootgun. Karena itu jgn kaget kl di restoran atau di mall byk satpam or bodyguard yg menenteng senjata.

Setelah sebulan akhirnya gw digantiin dengan rekan gw dr indo..plong rasanya sebelumnya gw kuatir kl suruh extend visa kerja gw. Huff..
Tp gw kena sial lg ketika waktu pulang telah tiba jadwal pesawat Emirates gw dicancel gara2 efek debu vulkanik di eropa. Apess tenann..
Dengan terpaksa gw extend seminggu lagi tinggal di karachi..dan acara jalan2 di dubai pun hancur total krn gw cm dpt transit 2 jam doang di dubai.
Setelah seminggu yg rasanya spt seabad akhirnya gw plg juga. Ada kejadian menarik di bandara Karachi. sehubungan dengan kondisi keamanan di pakistan setiap portal bandara semua penumpang hrs turun dan dibongkar barang bawaannya. di dekat portal tlah siap pos keamanan ring 1 dengan senjata siap tembak. Kalupun lolos telah siap pos ring 2 dan ring 3 lengkap dengan senjata AK 47. Begitu sampai di dalam airport pu pemeriksaannya tidak tanggung2. Semua barang bawaan harus dibuka dan masuk scanner UV termasuk barang2 pribadi seperti sepatu, dompet, sabuk, kacamata, jam tangan dan topi. Semua harus dilepas didepan petugas dan hal yang sama terjadi di setiap pos pemeriksaan. Ribet dan menyusahkan mesti bongkar pasang disetiap pintu pemeriksaan. Begitu sampai didalam pesawat rasanya mak ploong. Sesampainya di dubai gw cm sempet beli souvenir doang itupun dgn kecepatan tinggi gr2 jadwal transit gw pendek.
Tak lama akhirnya gw terbang ke hyderabad kembali, selama di udara gw cuma bisa memandang kemegahan The Burj Khalifa gedung tertinggi di dunia dari atas. Keinginan untuk ambil gambar di Burj khalifa gak kesampaian.
Sesampainya di hyderabad waktu menunjukkan pukul 8 mlm gw ada waktu transit selama 4 jam. Ketika sedang boarding pass paspor gw diperiksa oleh petugas keamanan sana. Kebetulan kali ini dia tliti dengan memeriksa tiap lembar pasport sampai ketemu juga visa pakistan. Dengan pandangan curiga dia memeriksa semua bawaan dan kartu id gw.seakan-akan gw ini teroris yg mau menyerang india. Sampai KTP dan SIM pun gw serahin agar dia percaya gw cm urusan bisnis di pakistan. Setelah tanya sana sini dan gw cm transit tanpa keluar dr airport akhirnya mereka percaya dan gw bisa menunggu dengan tenang. Untuk selama di airport gw didampingi sama airport ladys escort untuk mengurus semua keperluan boarding pass. Ini merupakan layanan standar di Hyderabad airport untuk melayani semua kebutuhan penumpang. Hmm untuk yg satu ini gw salut ada satu cewek yg sangat ramah dan manis sayang gw gak sempat kenalan..padahal dia udah ngebantu urusan boarding pass dan bagasi transfer dr Emirates ke Malaysia airlines secara personal. Great!
Setelah ini gw stop over di Kuala Lumpur yg akan gw ceritain di postingan berikutnya. See yaa..

Lost in INDIA




Setelah sekian lama gk terurus skr pengen nyoba merawat blog ane satu ini..maap ya blogspot br sempet sekarang nengokin lagi hehe..

Gw mo cerita pengalaman ku waktu tugas luar negeri ke india. Pada bulan juli 2009 Gw mendapat tugas LN pertama ke india. Kebetulan perusahaan tempatku bekerja mau beli produk crabmeat dari india tepatnya di Visakhapatnam Andra Pradesh so tugasku buat inspeksi dan sebagai advisor untuk persiapan expor perdana dari sana.

Setelah urusan tiket, paspor dan visa kelar gw lgs cabut ke bandara Cengkareng. Deg degan juga rasanya mo ke LN pertama kali sendirian lagi wah seneng dan gugup campur aduk deh. Gw terbang pake Malaysia Airlines tujuan Chennai connecting dr CGK - KUL - MAA. Sialnya flight gw dicancel dan digabung dengan flight berikutnya so gw gak bisa connect dgn flight KUL-MAA yang berangkat jam 10 mlm wkt setempat. So gw mesti stay satu malam di KL dan dpt flight pengganti paginya pake India Airlines.
Memang semuanya ditanggung pihak Malaysia Air so setelah sampai di KLIA gw digiring sama officernya untuk stay di Pan Pacific Hotel KL. Lumayan hotel mewah 4 star masih satu komplek dgn KLIA.
Kesan pertama mendarat di KL int Airport megah dan canggih interiornya mewah dan full fasilitas beda jauh sama Bandara Soekarno-Hatta di indo. Paginya setelah breakfast gw langsu dijemput sama pihak Malaysia Air dan dianter untuk check in tiket di india airlines. Begitu masuk pesawatnya gw kecewa banget karena pesawatnya kecil kaya pesawatnya Mandala jur jkt semarang hehe udah gitu pramugarinya tuir-tuir bener2 level pesawat plat merah. Dalam pesawat kayanya orang indo cm gw doang lainnya org india yg item2 dan ibu2 dengan perut gelambir pake sari yg baunya minta ampun. Setelah 4 jam penerbangan akhirnya nyampe juga di bandara Chennai. Gila bandaranya kumuh banget bangunannya tua dan masih banyak renovasi dan paling ngeri banyak burung gagak sliweran dimana-mana. Disitu gw dijemput sama org lokal namanya Mr. Packyam. Kota chennai kelihatan semrawud motor lalu lalang sana sini dan gk ada yg pake helm. Bus nya tua tua dan bangunannya jg kumuh pokoknya gk ada menariknya deh. Di chennai gw stay satu malem soalnya besok gw mesti terbang lagi ke Visag tempat packer gw berada. Esok paginya gw dah sampai di bandara dan dianter dengan staff sana pake flight domestik Kingfisher tujuan Visakhapatnam.
Setelah terbang selama 1 jam sampailah gw di kota Visaq disambut oleh Mr. Timothy pimpinan perusahaan lokal sana. Gw tinggal di visag selama hampir satu bulan. Cuacanya kebetulan lagi musim hujan shg agak bersahabat tapi kl masuk bulan maret-mei suhu udaranya bs mencapai 45 derajat celcius. Gw tinggal di Orange Hotel per malemnya 1250 Rupee hotelnya lumayan bersih dan nyaman.
Yang bikin masalah selama gw di india adalah makanannya sangat tidak bersahabat dgn lidah org indo. Kare di india rata-rata bumbu nya sangat kental dan smelnya menyengat kl tidak terbiasa bikin sakit perut.Gw cm tahan seminggu makan makanan lokal sana stlah itu udah gak nahan lagi akhirnya kl pagi gw cmn makan roti selai dan kopi susu kemudian lunchnya gw beli sandwich Subway sama sebotol jus jeruk kl dinnernya gw cm cocok sama nasi goreng ala india plus plain fried egg. Makanan lainnya nehi nehi deh. Rata-rata orang yg tinggal di daerah Andra pradesh didominasi suku telugu dan bahasanya telugu juga beda banget sama bahasa hindi yg di pake di film india itu. Kalo di film india orgnya putih and cakep tp kl di Andra pradesh hmmm...jauh benerr item dan jadul hehe..gw serasa hidup di jaman pilemnya Benyamin S baik model pakaiannya dan mobil2nya hehe.. Tapi yang gw salut rata-rata org india penguasaan bahasa inggrisnya sangat baik. Dr anak kecil sampai tukang bajaj kl urusan cas..cis..cus lancar abiss mgk cm logatnya aja yg bikin agak susah dicerna.

Setelah ekspor perdana lancar akhirnya saatnya pulang tlah tiba. Duuh senengnya rasanya udah pengen ngrasain tahu tempe lagi. Bener-bener deh kl ada pepatah hujan emas di negeri org lebih enak hujan batu di negeri sendiri itu memang ada benarnya. Akhirnya dari Visaq gw terbang ke chennai pakai Kingfisher lagi. Yang paling gw suka dr maskapai ini adalah pramugarinya itu loh muda dan cantik pastinya persis kaya Kajol hehe tp yang gw gak suka pesawatnya kecil pake baling2 jenis ATR gitulah kadang goyangannya keras bikin kepala pening beda banget sama pesawat boeing 737 yang sering dipakai maskapai tanah air. Tapi untungnya seat pramugarinya didepan dan menghadap penumpang jd pusing2 dikepal agak berkurang malah jd pusing mikirin yg engga2 xixixi..
SAmpainya di chennai gw mesti stay 3 hr lg krn lagi2 pesawat Malaysia Airline di cancel lagi so gw sempatin bwtjalan jalan di chennai. Begitu flightnya udah konfirm akhirnya bisa pulang juga dr india rasanya legaa banget. Gw brgkt dr chennai pkl 00.05 waktu setempat dan sampai di KL pkl 07.45 pagi. Sesampainya di KLIA serasa bertemu peradaban milenium lagi banyak cewek2 bening bersliweran dgn pakaian yg mini2 gk pake saree lagi. Setelah transit selama 7 jam (gila lama banget ya) sebenrnya gw pengen berpetualang ke Kuala Lumpur for a while tp berhubung tkt nyasar dan tkt ketinggalan pesawat akhirnya gw ngendon di KLIA doang. Akhirnya pkl 13.55 flight MH 721 terbang juga ke tanah air dan sampai Jkt pkl 15.00 Rasanya sumringah ketika kaki gw nginjek tanah Indonesia lagi..sumpah seneeeng banget! Buat temen-temen yg baru pertama kali ke india hal pertama yg musti disiapin adalah makanan. Mau mie instant, abon, sarden pokonya apa aja br perut kita gk menderita kaya gw. OK samapi disini dulu yaa gw masih banyak catatan perjalanan yg blum diposting. Cheers..

Minggu, 04 Oktober 2009

Internet Marketing

Sekedar informasi aja buat siapa saja yang berminat mendalami dunia internet marketing bisa ikutan seminar ini GRATISS! Itung-itung buat tambah pengetahuan mungkin bisa buat nambah penghasilan kan lumayan. Pengen ikut tp lagi di luar kota wis nunggu kabar dari pesertanya aja kali ada yang mau berbagi..kapan jadwal buat kota cirebon boss?

Jumat, 14 Maret 2008

Sahabat Sejati (Real Friendship)

Seekor anjing, berada di tengah jalan berusaha menolong anjing lain yg mati karena tertabrak mobil, dengan menggunakan kakinya, anjing tersebut berusaha membangunkan temannya ...



dia terus berusaha mendorong temannya yg telah mati ke sisi lain dari jalan, tetapi dia terlalu lemah untuk melakukan itu,


ketika orang-orang mau menolongnya, dia menyalak, mengusir mereka yg mendekati temannya yg telah mati.


walaupun lalulintas padat, dia tetap tidak mau menjauh dari sahabatnya.


banyak orang yg menyaksikan kejadian dan sangat mengharukan, bagaimana seekor anjing bisa menunjukan kesetiaan terhadap temannya.... ;-)

Laugh that health (Tertawa Itu Sehat :-)

BALADA WAKIDJAN VS Nadine

Wakidjan begitu terpesonanya dengan
permainan piano Nadine.

Sambil bertepuk tangan, ia
berteriak, "Not a play! Not a play!"

Nadine bengong. "Not a play?"

"Yes. Not a play. Bukan main."

Tukidjo yang menemani Wakidjan terperangah.
"Bukan main itu bukan not a play, Djan."

"Your granny (Mbahmu).
Humanly I have check my dictionary kok.
(Orang saya sudah periksa di kamus kok)"

Lalu berpaling ke Nadine.

"Lady, let's corner (Mojok yuk).
But don't think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan).
I just want a meal together."

"Ngaco kamu, Djan," Tukidjo tambah gemes.

"Don't be surplus (Jangan berlebihan), Djo.
Be wrong a little is OK toch.?" (salah dikit gpp)

Nadine cuman senyum kecil. "I would love to, but ..."

"Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak)" ]
Sambut Wakidjan ramah.

"Different river, maybe (Lain kali barangkali).
I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok)."

Setelah Nadine pergi, Wakidjan menatap Tukidjo dengan sebal.

"Disturbing aja sih, Djo. Does the language belong to your ancestor”
(Emang itubahasa punya moyang lu)!"

Tukidjo cari kalimat penutup. "Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button."
(Gatel aja, Djan, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe).

Wakidjan cuman bisa merutuk dalam hati, "His name is also effort " ( Namanya juga usaha ).

Kamis, 14 Februari 2008

Berhati-hati dengan "Salam"

Mungkin karena kesibukan, diantara kita sering menyingkat ucapan “salam” yang arti awalnya doa keselamatan justru menjadi “cacian” dan kata “jorok”. Lho bagaimana bisa?

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ucapan ”Assalamu’alaikum”, السلام عليكم, merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]

Saya seringkali menerima sms atau e-mail dari beberapa kawan dan juga beberapa ustadz yang mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti "Asw" atau "Aslm". Ada yang sedikit lebih panjang seperti ; “Ass Wr Wb” atau “Aslmwrwb” . Namun yang sering saya dapatkan, adalah singkatan "Ass". Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering digunakan. Bagi saya, ini adalah singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau mengerti artinya.

Marilah kita simak singkatan ini. Dalam kamus linguistik yang saya punya, arti dari kata Ass yang berasal dari bahasa Inggris itu adalah sebagai berikut;

“Ass” berarti: Pertama, kb. (animal) yang artinya keledai. Kedua, orang yang bodoh. Don't be a silly (Janganlah sebodoh itu). Dan ketiga, Vlug (pantat).

Padahal seperti kita ketahui ucapan Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adalah sebuah ucapan salam sekaligus doa yang kita tujukan kepada orang lain. Ucapan salam dalam Islam sesungguhnya merupakan do’a seorang Muslim terhadap saudara Muslim yang lain. Maka, apabila kita mengucap salam dengan hanya menuliskan "Ass", secara tidak sadar mungkin kita malah mendoakan hal yang buruk terhadap saudara kita.

Kita paham, mungkin banyak orang diantara kita cukup sibuk dan ingin cepat buru-buru menulis pesan. Barangkali, singkatan itu bisa mempercepat pekerjaan. Karena itu, penulis menyarankan, jika memang keadaan sedang tidak memungkinkan untuk menulis salam lewat SMS dengan kalimat lengkap karena sedang menyetir di jalan, misalnya, solusinya cukup mudah adalah menulis pesan to the point saja. Tulislah “met pagi, met siang, met malam dan seterusnya. Ini masih lebih baik dibandingkan kita harus memaksakan diri menggunakan singkatan dari doa keselamatan Assalamu'alaikum menjadi "Ass" (pantat).

Jangan sampai awalnya kita ingin menyampaikan doa keselamatan yang terjadi justeru sebaliknya, mendoakan keburukan. Kalau boleh saya mengistilahkah, niat baik ingin berdoa, jadinya malah ucapan kotor.

Ucapan salam adalah ucapan penghormatan dan doa. Apabila kita dihormati dengan suatu penghormatan maka seharusnya kita membalas dengan sebuah penghormatan pula yang lebih baik, atau minimal, balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.

Hasa saja, kalau kita mengganti ucapan kalimat salam arti awalnya sangat mulia, maka, yang terjadi adalah sebaliknya, salah dan bisa-bisa menjadi umpatan kotor.

Karena itu, jika tidak berhati-hati, mengganggati ucapan Assalamu’alaikum (Semoga sejahtera atasmu) dengan menyingkatnya menjadi “Ass” (pantat), ini mirip dengan mengganti doa yang baik dengan mengganti dengan bahasa jalanan orang Jakarta, yang artinya kira-kira, berubah arti menjadi (maaf) “Pantat Lu!”

Singkatan ala Rasulullah

Meski nampak sederhana, ucapan salam sudah diatur oleh agama kita (Islam). Ucapan Assalamu alaikum السلام عليكم dalam Bahasa Arab, digunakan oleh kaum Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, intinya untuk merekatkan ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Mengucapkan salam, hukumnya adalah sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya. Itulah agama kita.

Sebelum Islam datang, orang Arab terbiasa menggunakan ungkapan-ungkapan salam yang lain, seperti Hayakallah. Artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup. Namun ketika Islam datang, ucapan itu diganti menjadi Assalamu ‘alaikum. Artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa.

Ibnu Al-Arabi didalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan, bahwa salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti "Semoga Allah menjadi Pelindungmu".

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Rasul bersabda, “Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu maujika aku tunjukkanpada satu perkara jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!” (HR. Muslim)

Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)

Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.” Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86. Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik.

Bedanya agama kita dengan agama lain, setiap Muslim ketika mengucapkan salam kepada saudaranya, dia akan diganjar dengan kebaikan (pahala).

Dalam kaidah singkat menyingkat pun sudah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah SAW, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan,” ujar beliau.

Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikum Warahmatullah.” Kata Rasulullah SAW, “Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan.” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh.” Rasulullah pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan.” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah].

Nah dari tiga singkatan itu silahkanAnda pilih yang mana yang Anda inginkan tanpa harus menyingkatnya sendiri yang justru bisa menghilangkan nilai pahalanya. Tentu saja, jangan Anda lupakan, tiga singkatan itu sudah rumus dari Nabi yang dipilihkan untuk kita.

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah ketika kita menuliskan kata Assalamu'alaikum, perlu diperhatikan agar jangan sampai huruf L nya tertinggal sehingga menjadi Assaamu'alaikum.

Karena apa ? Diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang Yahudi yang memberi salam kepada Nabi dengan ucapan "Assaamu 'alaika ya Muhammad" (Semoga kematian dilimpahkan kepadamu).

Dan kata assaamu ini artinya kematian. Kata ini adalah plesetan dari "Assalaamu 'alaikum". Maka nabi berkata, "Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu 'alaikum, maka jawablah dengan wa 'alaikum (Dan semoga atas kalian pula)." [HR. Bukhari]

Tulisan ini, mungkin nampak sederhana. Meski sederhana, dampaknya cukup besar. Boleh jadi, kita belum pernah membayangkannya selama ini. Nah, setelah ini, sebaiknya alangkah lebih baik jika memulai kembali menyempurnakan salam kepada saudara kita. Tapi andaikata memang kondisi tak memungkinkan, sebaiknya, pilihlah singkatan yang sudah dipilihkan Nabi kita Muhammad SAW tadi. Mungkin Anda agak capek sedikit tidak apa-apa, sementara sedikit capek, 30 pahala kebaikan telah kita kantongi.(dikutip dari www.hidayatullah.com)

Buktikan Kenapa Anda Perlu Selalu Bertanya



Sudah lama saya tidak mendapatkan forward yang sangat bermanfaat seperti yang di bawah ini. Silahkan dibaca.

Saya pergi makan malam bersama beberapa teman kantor di sebuah restoran yang kabarnya cukup laris di daerah Ciledug. Saat memesan makanan, saya perhatikan pelayan yang melayani kami membawa sepasang sendok di saku bajunya. Sedikit aneh, tapi saya tidak begitu peduli. Namun, saat pesanan kami mulai diantar, saya melihat pelayan lain membawa pula sepasang sendok disaku bajunya. Saya jadi tertarik untuk melihat sekeliling dan ternyata memang benar dugaan saya, semua pelayan restoran tersebut membawa sepasang sendok di saku baju masing-masing.

Saya jadi ingin bertanya. "Mas kenapa semua pelayan di sini membawa sepasang sendok di sakunya?" tanya saya yang kepada pelayan datang membawa sepiring sate. "Oh, begini,Pak," jawab si pelayan, "Pemilik restoran ini memutuskan untuk menyewa Andersen Consulting, ahli dalam hal analisa efisiensi kerja, untuk memperbaiki kinerja di restoran ini. Setelah mereka analisa selama beberapa bulan, mereka menyimpulkan bahwa pelanggan restoran ini menjatuhkan sendok makan mereka sebanyak 73,84 persen lebih sering dibandingkan peralatan makan lain yang ada dimeja.

Menurut Andersen Consulting, itu berarti rata rata 3 pelanggan menjatuhkan sendok per meja setiap jamnya. Jika saja semua karyawan restoran mengantisipasi hal itu, berarti kita bisa mengurangi waktu yang terbuang untuk pulang pergi ke dapur mengambil sendok pengganti dan menghemat waktu 1,5 jam waktu kerja per-shift."

Saking kagumnya dengan penjelasan si pelayan, tanpa sengaja saya menyenggol salah satu sendok yang ada di meja. Segera saja si pelayan mengambil gantinya dari saku baju sambil berujar, "Betul kan Pak, saya tidak harus pergi ke dapur sekarang untuk mengambil sendok pengganti untuk Bapak!" Saya hanya bisa melongo dengan kejadian itu.

Tapi, kisah belum berakhir di situ. Ketika pelayan lain menghidangkan pesanan tambahan, saya tetap memperhatikan sekeliling dan satu lagi hal tampak aneh. Saya perhatikan hampir semua pelayan pria memasang benang yang menyembul di ujung ritsluiting celana mereka. Benang itu diikaitkan ke ujung kancing terbawah dari baju. Lagi lagi rasa ingin tahu mengusik saya. Sebab, ternyata pelayan perempuan tak memakai aksesoris benang tersebut. Ketika si pelayan tadi datang, saya menanyakan soa benang itu. "Wah Bapak ini orangnya perhatian sekali ya. Tidak semua pelanggan di sini memperhatikan hal-hal sedetail Bapak," puji si pelayan sedikit menggombal.

Saya hanya tersenyum kecil. Apa anehnya orang suka memperhatikan detail? "Ini juga hasil analisa Andersen Consulting Pak," katanya melanjutkan, "Mereka menyimpulkan bahwa kami pun harus menghemat waktu yang kami habiskan di kamar kecil ketika buang air kecil. Dengan tali yang dikaitkan ke si "adik" ini (katanya sambil menunjuk tali itu), kami tidak harus menggunakan tangan ketika mengeluarkannya. Berarti kami akan terbebaskan dari keharusan membasuh tangan setelah buang air kecil. Dan itu menghemat waktu yang terbuang di kamar kecil sebesar 25,92 persen.

Hampir tersedak saya mendengarkan penjelasan itu. "Memang, dengan tali itu tangan jadi terbebas untuk memegang si "adik". Tapi, bagaimana caranya untuk memasukkannya kembali ke posisi semula?" tanya saya menyelidik. Dengan setengah berbisik si pelayan berucap, "Andersen Consulting tidak menjelaskan secara spesifik tentang hal itu. Nggak tahu dengan yang lain, Pak. Tapi, kalau saya sih pakai sendok..."