Tampilkan postingan dengan label jalan jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan jalan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

Lost in Macau

Hari kedua di Hong Kong planning saya mau menyebrang ke Macau dengan menggunakan Ferry  Turbo Jet. Dari hotel di Chungkin Mansion jalan kaki menyusuri daerah Tsim Sha Tsui saya mampir dulu di Avenue of Star. Jalan di pinggir pelabuhan Victoria ini terdapat cap telapak tangan berbagai bintang film terkenal di Hongkong. Sejarah industri film di Hongkong juga dapat kita temui disini. 
Setelah ambil gambar di beberapa spot perjalanan saya lanjutkan menuju Pelabuhan Terminal Ferry. Pelabuhan ini terletak di sebuah gedung lantai 2 bergabung dengan sebuah mall sehingga tidak nampak seperti pelabuhan pada umumnya di Indonesia. Setelah membayar HKD 360 saya menuju kapal Turbo Jet HK-Macau. Perlu diketahui bahwa Macau secara adminstratif termasuk bagian dari negara China tetapi secara kedaulatan merupakan negara bagian khusus seperti Hongkong. Sehingga untuk masuk ke Macau kita harus menggunakan pasport seperti masuk ke negara lain. \
Setelah melalui pengecekan imigrasi perjalanan saya lanjutkan menuju Macau selama 1 jam. Setelah sampai di pelabuhan Macau kita harus melalui tahap pengecekan imigrasi lagi. Sayang pada saat itu antrean orang yang mau masuk ke Macau mengular karena pintu imigrasi hanya buka sebagian. Setelah antre selama 2 jam akhirnya saya bisa keluar dari pelabuhan Macau.
Hal pertama yang saya tuju adalah mencari free shuttle bus yang akan menuju ke Grand Lisboa. Setelah ketemu bus tersebut membawa saya ke daerah Grand Lisboa yang terdapat pusat kasino terbesar di Macau. 
Untuk masuk ke kasino tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Seperti berada di film-film Hongkong suasana kasino yang mewah serta bodyguard berseragam orange bertebaran dimana-mana mengawasi setiap pengunjung.

Setelah jalan sebentar didalam kasino saya keluar dari area hotel Grand Lisboa. Sempat bingun karena lupa gak bawa peta Macau membuat saya nyasar kemana-mana. Cuaca panas dan bingung membuat cepat gempor dan lapar menyerang. Mau nanya belum tentu ada yg bisa bhs Inggris.
Akhirnya dengan mengandalkan feeling backpaker saya mengikuti arus lalu lalang orang dijalan. Tak dinyana akhirnya ketemu juga tempat yang saya tuju. Senado Square. Sebuah kawasan yang dikelilingi bangunan bergaya eropa peninggalan Portugis yang menjadi salah satu ikon kota Macau.

Satu destinasi telah tercapai destinasi berikutnya adalah reruntuhan bangunan katedral yang bernama St. Paul. Sebenarnya lokasinya satu kompleks dengan Senado Square tapi berhubung buta arah jadi sempet nyasar juga setelah nanya seorang turis ternyata tempatnya dibelakang Senado Square. 
St. Paul dulunya adalah sebuah gereja terbesar di Macau kemudian terjadi kebakaran besar dan hanya menyisakan bagian depan gereja yang sekarang disebut Ruins of St. Paul.

Tak terasa waktu sudah sore padahal masih dua tujuan lagi yang ingin saya temukan yaitu The Venettian dan Macau Tower. Tapi sepertinya gak keburu jadi 2 tempat lagi saya skip dari planning. Waktunya kembali ke Hongkong dengan Turbo Jet. Masih ada satu destinasi di Hongkong yang belum saya lewati yaitu The Peak yang terletak di Hongkong Island.

Setelah 1 jam perjalanan via laut akhirnya sampai juga di pelabuhan Ferry HK Island. Keluar dari pelabuhan buta arah kembali terjadi. Setelah tanya sana sini akhirnya ketemu juga bis yang menuju ke The Peak. Sesampainya di The Peak waktu sudah menjelang malam tapi gak apa yang penting bisa hunting photo di tempat tersebut. The Peak merupakan sebuah bangunan berbentuk unik yang terletak di bukit Victoria Hill. Didalamnya terdapat museum lilin Madame Tussaud. Ada juga trem yang kuno yang menuju kota tapi antreannya gila panjang banget. Setelah puas photo sana sini saya kembali ke menuju ke pelabuhan ferry via bus untuk mencari stasiun MRT terdekat.

Agak bingung juga masuk stasiun bawah tanah ala Hongkong luasnya bikin bingung walaupun papan petunjuk jalan cukup banyak. Hanya 15 menit naik MRT melewati jalur bawah tanah selat Hongkong akhirnya sampai juga di stasiun MRT terdekat dengan hotel saya.

Seperti biasa perut sudah keroncongan langsung menuju ke KFC. Menu KFC di Hongkong sedikit berbeda dengan di Indo. Ada roasted chicken yang yummy dan kue portuguise egg tart yang gurih dan nikmat. Lelah dan capek akhirnya bikin ngantuk dan tidur pulas setiba di kamar hotel.

Bangun kesiangan waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi dengan kecepatan tinggi langsung packing dan mandi karena jadwal pesawat jam 2 harus sudah ready. Setelah check out eh ketemu Bertha lagi yg juga mau check out. Dia mau pergi ke Shenzen China daratan. Setiba di perempatan jalan kita berpisah tanpa sempat bertukaran FB maupun email. Bye bertha see you next.......

Untuk menuju ke bandara bisa naik bis ataupun MRT. Sebenarnya saya mau mampir ke Stasiun Disneyland sebelum ke airport via MRT. Tapi karena bangun kesiangan disneyland saya skip daripada resiko ketinggalan pesawat. Huft banyak sekali jadwal yang harus di skip dalam perjalanan kali ini.
Sesampai di counter check in Cathay Pacific disambut rombongan TKW yang mau mudik ke Indo. Mungkin karena tampang saya kaya TKI oon ada ibu TKW yang sudah lama tinggal di Hongkong menolong menguruskan cara check in dan boarding pass di Cathay. Dia berbicara menggunakan bahasa mandarin ke CS Cathay dan menyuruh saya diam saja karena dia bakal urus semuanya. Hmm  malah nawarin nasi bungkus juga serta uang saku 15 ribu rupiah  buat jajan. Hihihi hadeehh...dia bilang "jangan pergi jauh jauh mas bareng sama kita aja nanti nyasar lho di bandara" Haduh ibu makasih deh pertolongannya tapi saya sudah hafal dengan airport HKIA ini. 
Tak lama saya sudah terbang bersama Cathay Pacific dan tiba di Surabaya dengan selamat. See you to my next travelling...


Minggu, 15 April 2012

Lost in Hongkong


Setelah lebih dari sebulan saya ditugaskan di Karachi Pakistan akhirnya waktu untuk jalan-jalan tiba juga. Berangkat dari hotel Sarai jam 8 malam dengan dianter teman baik sekaligus manager hotel Mr. Shakeel dengan mobil tuanya Suzuki Mehran sampai juga di Airport Moh. Ali Jinnah. Setelah sempat ngomel ngomel gak keruan karena ditilang polisi gara-gara dituduh melanggar lampu merah Shakeel saya traktir burger McD biar agak tenang. Seluruh sisa uang Rupee pakistan saya tukarkan dapet 100 US dollar. Lumayan buat uang jajan selama di Hongkong nanti. On board jam 00.30 waktu lokal akhirnya saya terbang dengan Cathay Pacific meninggalkan kota Karachi. Bulan di Karachi saat itu indah sekali ketika diintip dari jendela pesawat sayang gak sempat saya abadikan dengan my gear HS10.
Pukul 6 pagi saya tiba di Bandara Svarnabhumi Bangkok untuk stop over selama 2 jam. Selama menunggu saya dan penumpang lain diharuskan untuk menunggu di dalam peasawat dan dilarang untuk keluar. Sungguh membosankan. Tepat pukul 8 pagi waktu setempat saya terbang lagi menuju ke Hongkong. Jam 12.30 siang akhirnya tiba di Bandara HKIA Hongkong.
Hal pertama yang saya lakukan adalah membeli Octopus card seharga 150 dolar HK untuk kebutuhan transportasi selama di Hongkong. Kemudian keluar dari airport dengan menumpang Airport bus no A21 seharga 33 dollar HK menuju kawasan Kowloon yaitu Tsim Sam Tsui salah satu destinasi utama turis di HK.

Setelah sampai halte Tsim Sam Tsui sempet linglung juga melihat keramaian pusat kota. Setelah jalan kaki tak tentu arah dan mengandalkan insting akhirnya ketemu juga tujuan saya yaitu Gedung Chun King Mansion. Didalam gedung tersebut tersedia puluhan hotel lowbudget. Ratusan orang dari berbagai belahan dunia lalu lalang di dalam gedung tersebut tapi kebanyakan didominasi sama orang kulit hitam alias negro.

Sekali lagi dengan mengandalkan insting akhirnya ketemu juga hotel incaran saya tapi sayangnya full booked semua. Akhir pekan di HK benar benar ramai dan diluar dugaan saya kalau sampai hampir seluruh hotel penuh semua. Tak dinyana saya bertemu dengan teman senasib yaitu sama-sama gak dapet kamar hotel. Dia bernama Bertha berasal dari Honduras umurnya kurang lebih 25 tahunan. Karena senasib kami sama-sama mencari hotel dari lantai ke lantai dan sialnya lift yang ada sedang rusak. Huuft..
Dan yang lucu setiap kami tanya ke petugas hotel mereka menganggap kami adalah sepasang kekasih dan diberi satu kamar untuk berdua. Weew..aseekk. Dari lantai 14 sampai lantai 7 belum dapat kamar juga akhirnya saya ketemu hotel yang bernama London Guesthouse. setelah sempat dibilang kamarnya penuh sama mbak penjaga kami sempat putus asa juga. Tak dinyana si mbak ngobrol sama temennya dengan bahasa cirebonan. Halah setelah tau kalau saya dari Indonesia juga akhirnya dikasih juga kamar 1 untuk saya dan satu untuk bertha. Gak jadi deh sekamar sama Bertha hehe dan si embak juga baik banget nawarin indomi dan makanan malah mau nganter ke warung indonesia kalo butuh makanan indo.
Perlu diketahui kamar hotel di HK rata-rata sangat sempit berukuran 1,5 x 3 m. Cuma cukup untuk selonjor satu orang dan kamar mandi yang juga sangat sempit. Setelah mandi dan ganti baju saya cabut buat jalan menikmati suasana kota Hongkong di sore hari. Maksud hati mau ngajak ngedate malem mingguan si Bertha tapi daripada malu kalo ditolak mending cabut sendirian seperti biasanya. Kali ini tujuan tempat huntung saya adalah Victoria Harbour. Cuma jalan sekitar 500 m sampailah saya di Victoria Harbour. Tempatnya sangat cozy dan tersambung dengan Avenue of Star dan taman jam kota. Ketika malam hari di tempat tersebut digelar acara Symphony of the light yaitu pertunjukan kolosal lampu laser dan lampu gedung bertingkat yang terletak diseberang Victoria harbour. Benar-benar mengesankan buat turis backpaker seperti saya.

Setelah hunting foto sana sini ketika malam semakin larut akhirnya saya kembali ke hotel. Sempat bingun buat makan malam akhirnya saya mampir ke KFC. Lihat menu di KFC Hongkong bener-bener membuat perut semakin keroncongan. Nasi jamur dan ayam panggang serta portugis egg tart langsung disantap dengan nikmatnya. Jam 11 malem baru kembali ke kamar hotel. Rencana besoknya adalah bangun pagi-pagi dan hunting di Avenue of Star dilanjut menyeberang ke Macau dengan menggunakan Turbo jet. (to be continued)

Minggu, 03 Oktober 2010

Bangkok On The Spot (1)


Pas lewat tengah malam waktu Karachi akhirnya saya terbang dengan Thai Air meninggalkan kota itu dengan segala keruwetannya. Feeling saya ini adalah kunjungan saya yang terakhir di Pakistan. Penerbangan berjalan lancar menuju Bangkok ada perasaan gembira menyelinap bahwa akhirnya saya bisa pergi juga ke Thailand. Setelah terbang selama 5 jam akhirnya tepat fajar menyingsing saya sudah berada di atas kota Bangkok. Sungai Chao Praya terlihat jelas seperti ular raksasa dikelilingi kerlap kerlip lampu kota. Indah sekali pemandangannya waktu itu.
Setelah menjejakkan kaki di bandara Svarnabhumi saya kelilingi bandara itu dengan penuh takjub menikmati kemegahan desain bangunan dan interiornya yang benar benar digarap dengan detail yang mempesona. Entah kapan Indonesia bisa punya bandara yang megah seperti ini.
Setelah menyelesaikan urusan imigrasi saya keluar dan menuju lantai 3 dimana banyak resto dan kafe berada. Perut dah mulai keroncongan minta diisi tapi pagi kaya gini paling enak makan yang agak ringan dan minuman hangat. Tapi hati hati di Thailand makanan yang mengandung babi banyak sekali. Kalau mau aman cari restoran yang berlabel halal salah satunya The Miracle Food. Tapi berhubung waktu itu tutup akhirnya saya pergi ke store Dunkin Donut. Setelah liat sana sini akhirnya saya kebobolan juga. Saya pilih sandwich isi telor dan ham. saya pikir ham terbuat dari daging sapi tapi setelah saya liat di kamus ternyata daging babi asap. Hueks!. Apadaya namanya juga tak tahu apes.
Untuk menuju kota Bangkok dari Airport ada tiga mode transportasi. Pertama menggunakan Taxi meter, kedua menggunakan Airport bus express ketiga dengan kereta airport train. Sebenarnya saya pingin menjajal dengan kereta tapi setelah tau jalurnya ternyata jauh dari hotel saya berada dan mesti nyambung lagi dengan skytrain. Kalau dengan taksi ongkosnya cukup mahal dan rata2 sopirnya susah ngomong inggris. So akhirnya saya pilih Airport Bus Express yang melewati daerah Pratunam dan turun di depan mall MBK. Dengan ongkos 150 bath (Rp 45 rb) kita langsung diantar sesuai trayek yang dilewati.
Kesan begitu keluar airport sarana transportasi Thailand sangat teratur. Sepanjang perjalanan menuju kota kita melewati tol jalan layang dengan lancar. Kanan kiri jalan di kelilingi gedung gedung perkantoran moderen. Sesekali saya temukan masjid di sepanjang jalan menuju kota. Begitu keluar dari tol kemacetan langsung menghadang. Hmm gak beda jauh sama Jakarta. Setelah lepas dari macet akhirnya saya turun dekat MBK. Dari MBK saya naik ke jembatan BTS dan turun depan National Stadium. Plang hotel Muangphol Mansion akhirnya kelihatan. Setelah chek in dan dapat kamar segera persiapan untuk berpetualang. Bentuk fisik hotelnya cukup tua tapi fasilitasnya cukup lengkap. Berlantai tujuh dan dilengkapi internet corner di lobby.
Rencana hari pertama ini saya akan berkunjung di Pasar Watuchak weekend market sekalian beli beberapa souvenir buat oleh oleh jadi besoknya saya gak direpotkan lagi dengan beli ini itu.
Untuk menuju Watuchak weekend market saya naik Skytrain. Cukup 5 menit jalan dari hotel sudah sampai stasiun National stadium. Atau kalau mau jalan jalan bisa naik dari stasiun Siam dan bisa langsung menuju Stasiun Mo Chit stasiun terdekat dengan pasar watuchak.
Untuk naik Skytrain kita harus tukar uang kertas dengan koin kemudian masukkan ke panel box tempat automatic ticket. Pencet stasiun yang hendak dituju kemudian masukkan koin setelah itu tiket akan keluar otomatis. Hm hampir mirip dengan Monorel di Kuala lumpur cuma yang ini pake koin.Setelah dapat tiket kita bisa masuk ke kereta dan langsung menuju ke stasiun tujuan.
Setelah sampai di stasiun Mo Chit saya langsung keluar dari stasiun dan melewati taman Quenn Sirikit Park menuju pasar Watuchack. Suasana pasarnya mirip dengan pasar pasar2 di Indonesia cuma kebersihannya lebih terjaga dan banyak turis bulenya. Berhubung sudah siang akhirnya saya cari warung buat isi perut. Disebuah warung yang ramai saya coba pesan salah satu makanan khas Thailand yaitu Sticky rice with mango. Dengan uang 50 bath kita udah dapat seporsi Sticky rice. Hmm bentuk luarnya sudah menggoda setelah dicoba rasanya hmm yummy.. nasi ketannya sangat gurih di tambah potongan mangga gadung manis benar benar lezaat. Stelah itu seafood tom yam pun saya lahap...rasanya asam asam pedas..jadi ingat tom yam buatan Noi Prapaporn di india dulu.
Setelah hampir seharian keliling pasar akhirnya saya dapatkan juga beberapa souvenir diantaranya kaos dan kain sutera Thailand. Berhubung ilmu tawar menawar lemah saya selalu beli dua buat alasan nawar. Tapi lumayanlah masih terjangkau di kantong. Tak terasa kaki rasanya udah gempor seharian jalan melulu. Menjelang sore saya putuskan kembali ke hotel dengan memakai Skytrain yang sama. Menjelang magrib saya sudah tiba di hotel. Setelah mandi dan istirahat sebentar acara jalan jalan dilanjutkan ke mall sekitar hotel. Tujuan saya MBK mall favorit orang indonesia buat belanja. Sepanjang jalan menuju mall dipenuhi pedagang kaki lima dengan bermacam macan barang dagangannya. nantilah belanja lagi sekarang waktunya cari makan malam di mall. Setelah muter sana sini akhirnya disalah satu food court saya memesan Nasi Goreng seafood di stan Indonesian food. Lebih aman dari babi dan sudah ketauan rasanya seperti apa hehe. hari pertama di bangkok saya akhiri dengan kecapean. Ada rasa penasaran pengen tau dunia hiburan malam bangkok yang terkenal seperti di Pat Pong tapi berhubung sudah capek dan gak ada teman jalan belum nanti kalo kesasar akhirnya saya cari aman dengan tidur di hotel buat persiapan petualangan keesokan harinya. Untuk jalan jalan hari kedua saya ceritakan di posting selanjutnya. ZZZzzzz.....grookk!

Minggu, 25 Juli 2010

Lost in INDIA




Setelah sekian lama gk terurus skr pengen nyoba merawat blog ane satu ini..maap ya blogspot br sempet sekarang nengokin lagi hehe..

Gw mo cerita pengalaman ku waktu tugas luar negeri ke india. Pada bulan juli 2009 Gw mendapat tugas LN pertama ke india. Kebetulan perusahaan tempatku bekerja mau beli produk crabmeat dari india tepatnya di Visakhapatnam Andra Pradesh so tugasku buat inspeksi dan sebagai advisor untuk persiapan expor perdana dari sana.

Setelah urusan tiket, paspor dan visa kelar gw lgs cabut ke bandara Cengkareng. Deg degan juga rasanya mo ke LN pertama kali sendirian lagi wah seneng dan gugup campur aduk deh. Gw terbang pake Malaysia Airlines tujuan Chennai connecting dr CGK - KUL - MAA. Sialnya flight gw dicancel dan digabung dengan flight berikutnya so gw gak bisa connect dgn flight KUL-MAA yang berangkat jam 10 mlm wkt setempat. So gw mesti stay satu malam di KL dan dpt flight pengganti paginya pake India Airlines.
Memang semuanya ditanggung pihak Malaysia Air so setelah sampai di KLIA gw digiring sama officernya untuk stay di Pan Pacific Hotel KL. Lumayan hotel mewah 4 star masih satu komplek dgn KLIA.
Kesan pertama mendarat di KL int Airport megah dan canggih interiornya mewah dan full fasilitas beda jauh sama Bandara Soekarno-Hatta di indo. Paginya setelah breakfast gw langsu dijemput sama pihak Malaysia Air dan dianter untuk check in tiket di india airlines. Begitu masuk pesawatnya gw kecewa banget karena pesawatnya kecil kaya pesawatnya Mandala jur jkt semarang hehe udah gitu pramugarinya tuir-tuir bener2 level pesawat plat merah. Dalam pesawat kayanya orang indo cm gw doang lainnya org india yg item2 dan ibu2 dengan perut gelambir pake sari yg baunya minta ampun. Setelah 4 jam penerbangan akhirnya nyampe juga di bandara Chennai. Gila bandaranya kumuh banget bangunannya tua dan masih banyak renovasi dan paling ngeri banyak burung gagak sliweran dimana-mana. Disitu gw dijemput sama org lokal namanya Mr. Packyam. Kota chennai kelihatan semrawud motor lalu lalang sana sini dan gk ada yg pake helm. Bus nya tua tua dan bangunannya jg kumuh pokoknya gk ada menariknya deh. Di chennai gw stay satu malem soalnya besok gw mesti terbang lagi ke Visag tempat packer gw berada. Esok paginya gw dah sampai di bandara dan dianter dengan staff sana pake flight domestik Kingfisher tujuan Visakhapatnam.
Setelah terbang selama 1 jam sampailah gw di kota Visaq disambut oleh Mr. Timothy pimpinan perusahaan lokal sana. Gw tinggal di visag selama hampir satu bulan. Cuacanya kebetulan lagi musim hujan shg agak bersahabat tapi kl masuk bulan maret-mei suhu udaranya bs mencapai 45 derajat celcius. Gw tinggal di Orange Hotel per malemnya 1250 Rupee hotelnya lumayan bersih dan nyaman.
Yang bikin masalah selama gw di india adalah makanannya sangat tidak bersahabat dgn lidah org indo. Kare di india rata-rata bumbu nya sangat kental dan smelnya menyengat kl tidak terbiasa bikin sakit perut.Gw cm tahan seminggu makan makanan lokal sana stlah itu udah gak nahan lagi akhirnya kl pagi gw cmn makan roti selai dan kopi susu kemudian lunchnya gw beli sandwich Subway sama sebotol jus jeruk kl dinnernya gw cm cocok sama nasi goreng ala india plus plain fried egg. Makanan lainnya nehi nehi deh. Rata-rata orang yg tinggal di daerah Andra pradesh didominasi suku telugu dan bahasanya telugu juga beda banget sama bahasa hindi yg di pake di film india itu. Kalo di film india orgnya putih and cakep tp kl di Andra pradesh hmmm...jauh benerr item dan jadul hehe..gw serasa hidup di jaman pilemnya Benyamin S baik model pakaiannya dan mobil2nya hehe.. Tapi yang gw salut rata-rata org india penguasaan bahasa inggrisnya sangat baik. Dr anak kecil sampai tukang bajaj kl urusan cas..cis..cus lancar abiss mgk cm logatnya aja yg bikin agak susah dicerna.

Setelah ekspor perdana lancar akhirnya saatnya pulang tlah tiba. Duuh senengnya rasanya udah pengen ngrasain tahu tempe lagi. Bener-bener deh kl ada pepatah hujan emas di negeri org lebih enak hujan batu di negeri sendiri itu memang ada benarnya. Akhirnya dari Visaq gw terbang ke chennai pakai Kingfisher lagi. Yang paling gw suka dr maskapai ini adalah pramugarinya itu loh muda dan cantik pastinya persis kaya Kajol hehe tp yang gw gak suka pesawatnya kecil pake baling2 jenis ATR gitulah kadang goyangannya keras bikin kepala pening beda banget sama pesawat boeing 737 yang sering dipakai maskapai tanah air. Tapi untungnya seat pramugarinya didepan dan menghadap penumpang jd pusing2 dikepal agak berkurang malah jd pusing mikirin yg engga2 xixixi..
SAmpainya di chennai gw mesti stay 3 hr lg krn lagi2 pesawat Malaysia Airline di cancel lagi so gw sempatin bwtjalan jalan di chennai. Begitu flightnya udah konfirm akhirnya bisa pulang juga dr india rasanya legaa banget. Gw brgkt dr chennai pkl 00.05 waktu setempat dan sampai di KL pkl 07.45 pagi. Sesampainya di KLIA serasa bertemu peradaban milenium lagi banyak cewek2 bening bersliweran dgn pakaian yg mini2 gk pake saree lagi. Setelah transit selama 7 jam (gila lama banget ya) sebenrnya gw pengen berpetualang ke Kuala Lumpur for a while tp berhubung tkt nyasar dan tkt ketinggalan pesawat akhirnya gw ngendon di KLIA doang. Akhirnya pkl 13.55 flight MH 721 terbang juga ke tanah air dan sampai Jkt pkl 15.00 Rasanya sumringah ketika kaki gw nginjek tanah Indonesia lagi..sumpah seneeeng banget! Buat temen-temen yg baru pertama kali ke india hal pertama yg musti disiapin adalah makanan. Mau mie instant, abon, sarden pokonya apa aja br perut kita gk menderita kaya gw. OK samapi disini dulu yaa gw masih banyak catatan perjalanan yg blum diposting. Cheers..